7 bulan lalu, awal mengontrak di bojong, tempatnya cukup strategis dekat dengan Alfamart karena saya suka menggunakan aplikasi DANA untuk kebutuhan top up dan tarik saldo. Yang terpenting sewaktu top up dan tarik saldo Rp 0,- adminnya hehe…

Dekat dengan pasar kalau memang butuh belanja banyak.

Nggak begitu jauh dari jalan raya jadi lebih mudah kalau pengen nyegat Bus Primajasa jurusan Bekasi buat mudik.

Kalau ibu mau main ke kontrakan lebih mudah juga.

Tentunya “drama” di kontrakan pastilah ada, tapi saya yakin ini masih sangat biasa. Bisa jadi di antara para pembaca ada drama yang lebih “asin”.

Awal survei kontrakan langsung tertuju ke lokasi temanku yang sudah duluan menikah sekitar setahun lalu.

Surveilah saya ke kontrakan yang berwarna kuning bagian luarnya dan dalamnya sepertinya baru sekali di cat biru muda.

“Baru sebulan kosong kontrakan ini sih a.."

Kata tetangga dengan logat sundanya yang khas.

Saya noted karena baru sebentar ditinggal kosongnya, sambil cek bagian dalamnya kondisinya seperti apa.

Ada 3 ruangan memanjang, antar ruang ada pintu kecuali ruang depan ke ruang tengah jadi perlu gorden, karena ruang tengah cocok buat kamar, nggak mungkin ruang bagian depan dong.

Yang terpenting kamar mandinya harus bersih, itu catatan dari istri saya. Minimal kalo kotor nggak sulit untuk dibersihkan.

FIX saya ambil kontrakan disini saja.

Lemari Plastik Jadi Sarang Semut

Awal datang ke kontrakan semut keluar dari lubang gagang pintu dalam jumlah banyak,

“Ah, ini memang karena ngga ditempatin aja jadi bikin sarang disana”

Tapi beberapa hari setelah barang-barang di kontrakan dirapihkan, saya penasaran..

Semut suka sekali berjalan ke belakang lemari plastik lalu menghilang entah kemana.

Bisa jadi ada retakan kecil di lantai belakang lemari, awalnya begitu..

Tapi ternyata setelah beberapa minggu, baru tersadar ada banyak semut di belakang baju dan di bagian dasar rak lemari dalam jumlah yang cukup banyak.

Kacau!

Mau nggak mau lemari harus dibongkar.

Sebenarnya rada males juga bongkar lemari.

Akhirnya saya bongkar lemari dan dibersihkan sampai ke dalam dalamnya, karena ternyata di bagian dalamnya masih ada lebih banyak semut dibandingkan bagian luarnya.

Setelah bersih.

Tapi, ternyata semut itu datang lagi dalam beberapa pekan kemudian.

Mau nggak mau bongkar lemari yang kedua kalinya.

Rada dongkol sebenarnya, tapi ya sudahlah.

Pada akhirnya saya menemukan racun semut di toko tanaman.

DEXMUT serius ini bukan promosi. cuma berbagi aja kali aja di antara para pembaca butuh ini.

Saya menabur racun semut ini di depan pintu depan, dekat lemari dan lubang lubang yang berpotensi bisa jadi sarang semut.

Semoga saya tidak membongkar lemari untuk ketiga kalinya. Hufftt…

Awalnya agak ragu, keterangan di bungkusnya bisa membunuh semut sampai ke sarang sarangnya dalam waktu 1 - 4 hari.

Kenyataannya…

Memang seperti itu !

Bahkan semut menghilang kurang dari 2 hari, dan tidak pernah datang lagi.

Akhirnya semut bisa hilang sepenuhnya dari rumah.

AMAN.

Terima Kasih kepada pihak yang membuat barang semacam DEXMUT, sangat terbantu sekali, hatur tengkyu.

Tembok Jadi Satu Dengan Tetangga

Oiya belum cerita.

Jadi kontrakan yang saya tempati ini berderet 4 pintu atau bisa dibilang 4 kontrakan, dan temboknya bareng bareng alias tidak ada sekat, kecuali tembok itu.

Waktu itu pukul 23.00 kalau tidak salah.

Saya masih membereskan isi kontrakan, memaku tembok untuk jam dinding dan gantungan helm.

Waktu memaku paku untuk gantungan helm, masih aman.

Saat pasang paku buat jam dinding, tiba-tiba.

Dug..dug..dug

Tetangga sebelah tiba tiba menggedor tembok dengan cukup keras.

Deg, kaget plus nggak enak rasanya.

“Pokoknya besok kita ngasih sesuatu, makanan atau apalah gtu ke tetangga sekalian minta maaf” ucap saya ke istri.

Huft ngga enak banget sama tetangga, baru datang udah bikin acara.

Keesokan harinya istri memberikan makanan sekaligus meminta maaf atas kejadian semalam.

“Iya nggak apa apa” itu jawaban dari tetangga :)