kebijakan pengguaan laptop

Kebijakan Baru. Santri Boleh Membawa Laptop Ke Pesantren

Tepat di tahun 2014-kalau tidak salah-di pesantrenku membolehkan santrinya untuk membawa salah satu perangkat keras, yaitu laptop dan PC.

Aku yakin rapat asatidz di forum internal akan sangat seru untuk membahas tentang kebijakan penggunaan laptop ini. yang pasti tidak ada yang membawa PC, tau kan alasannya? berat. Hehehe…

Adapun kami para santri sangat senang dengan kebijakan baru ini, toh karena membawa pesawat telepon tidak diperkenankan sampai kapanpun.

Dengan diperbolehkannya membawa laptop untuk santri, akan sangat membantu kami untuk mengatasi kejenuhan, karena ada mainan baru. 🙂 eits.. bukan hanya ‘mainan baru’ tapi juga kami berharap bisa menambah wawasan baru.

Tahun Ajaran Baru

Segelintir santri membawa laptop dengan berbagai jenis, dari setebal kertas 200 lembar sampai 1 rim, dari spesifikasi kentang sampai yang gahar.

Alasan asatidz memperbolehkan membawa laptop bukannya tanpa tujuan, mereka berharap agar kebijakan ini digunakan dengan sebaik-baiknya. Dengan kurikulum yang dirancang sedemikian rupa agar kami terarah.

Kami diberi waktu 3 kali dalam sepekan untuk menggunakan laptop. Disana kami dituntut untuk melatih kemampuan kami.

Sebelumnya para santri sudah diberi beberapa materi dan pelatihan kecil.

Ada keuntungan diperbolehkannya kami membawa laptop, yaitu bisa membuat bahan untuk presentasi di kelas, membuat desain baju untuk pembuatan seragam organisasi, dll.

Harap maklum, kurikulum yang berjalan tidak digodok sampai benar-benar matang, sehingga kebijakan penggunaan laptop ini masih terdapat kekurangan.

Penggunaan laptop hanya di perpustakaan, kelas dan lokasi-lokasi tertentu. Yang pasti tidak boleh dibawa ke dalam kamar, karena penggunaannya tidak terpantau dan terkontrol oleh ustadz .

Waktu berjalan dari hari ke hari dari minggu ke minggu lama kelamaan santri mulai bosan dengan kegiatan rutinitas.

Karena mulai bosan, ada beberapa santri yang melakukan pelanggaran. Membawa laptop ke dalam kamar, bermain game, sampai menonton film.

Yaa karena ketahuan, laptop itu disita dan tidak boleh digunakan dalam jangka waktu tertentu, tergantung dari tingkat pelanggarannya


Beberapa bulan kemudian ustadz menyediakan satu komputer yang digunakan khusus untuk browsing di dunia maya.

Fasilitas ini disediakan untuk mendukung program-program yang berjalan di pesantren kami.

contohnya: mencari referensi untuk membuat majalah dinding, dan mencari informasi tertentu, dll.


Dari sini terlihat keseriusan santri yang memang benar-benar mempergunakan laptop untuk belajar ataupun hal-hal bermanfaat lainnya.

Beberapa santri mulai memperlihatkan kemampuan yang mereka miliki, seperti desain grafis dan pemrograman, dan bahkan santri yang sebelumnya tidak pernah menyentuh laptop sama sekali mulai terlihat perkembangan dalam menjalankan operasi ringan di komputer.

Padahal kami tidak terlalu serius di bidang IT, akan tetapi pada tahun-tahun sebelumnya, pondok kami sudah dikenal seperti itu, mungkin karena beberapa alumni memiliki kemampuan yang ‘lumayan’.


Saat postingan ini dibuat, pondok kami tidak lagi memperbolehkan santrinya untuk membawa laptop, karena banyak terjadinya pelanggaran karena benda satu ini.

Kemungkinan liburan semester gasal tahun ini santri diperbolehkan kembali untuk membawa laptop.

Karena tahun ajaran sekarang diberlakukan UN menggunakan komputer, dan lab kami hanya memiliki komputer yang terbatas.

Sehingga mungkin saja akan meminjam laptop milik santri untuk UN tahun ajaran ini.

Karena anggaran yang terbatas, maka pihak sekolah tidak bisa membelikan seluruh kekurangan komputer yang ada di lab komputer sekolah, dan hanya bisa membelikan beberapa PC saja.

Yaa semoga saja semester dua nanti, tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran. Minimal ada pengurangan yang signifikan dari pelanggaran-pelanggaran yang pernah terjadi sebelumnya.

Semoga dengan kebijakan ini bisa lebih manfaat dalam menggunakan gadget, terutama laptop, harus bisa dijadikan untuk sarana ibadah.